Bahasa Indonesia-nya kata: iasa (Bahasa Sunda)
Berikut terjemahan dari kata iasa:
Bahasa Indonesia-nya kata iasa: bisa; bahasa halus dari bisa
ngiangkeun:
memberangkatkan, mengirimkan
miang: pergi, berangkat
iang: pergi, berangkat
iam: mandi; bahasa anak-anak; dari mandi
wayang wuyungan: rindu dendam
wuyung: prihatin, sedih karena asmara
wuwung: bubungan
ngawuwuhan: menambahkan
wuwuh: tambah, semakin; bahasa halus dari tambah atau beuki
ngawurukan: memberi macam-macam nasihat
piwuruk: nasihat
ngawuruk: mengajar; bahasa halus dari ngajar
wuruk: mengajar; bahasa halus dari ngajar
wungu: ungu
wungkul: doang, melulu, saja
iber: kabar, pemberitahuan bahwa akan datang
ibing: tari
ibu: ibu; bahasa halus dari indung
ibun: embun
ibur: ribut, gempar
ical: hilang atau jual; bahasa halus dari leungit atau jual
icip: 1. mencicipi; 2. arti kiasan
ngicip-ngicip: 1. mencicipi; 2. arti kiasan
icuk: menyuruh setengah merayu-rayu untuk melakukan pekerjaan yang kurang baik
ngicuk-ngicuk: menyuruh setengah merayu-rayu untuk melakukan pekerjaan yang kurang baik
idek: diinjak atau dikeluarkan patinya
diidek: diinjak atau dikeluarkan patinya
idek liher: berdiam di rumah orang lain beberapa waktu lamanya
ider: berjalan mengelilingi kampung, dari rumah ke rumah dsb
ngider: berjalan mengelilingi kampung, dari rumah ke rumah dsb
miang: pergi, berangkat
iang: pergi, berangkat
iam: mandi; bahasa anak-anak; dari mandi
wayang wuyungan: rindu dendam
wuyung: prihatin, sedih karena asmara
wuwung: bubungan
ngawuwuhan: menambahkan
wuwuh: tambah, semakin; bahasa halus dari tambah atau beuki
ngawurukan: memberi macam-macam nasihat
piwuruk: nasihat
ngawuruk: mengajar; bahasa halus dari ngajar
wuruk: mengajar; bahasa halus dari ngajar
wungu: ungu
wungkul: doang, melulu, saja
iber: kabar, pemberitahuan bahwa akan datang
ibing: tari
ibu: ibu; bahasa halus dari indung
ibun: embun
ibur: ribut, gempar
ical: hilang atau jual; bahasa halus dari leungit atau jual
icip: 1. mencicipi; 2. arti kiasan
ngicip-ngicip: 1. mencicipi; 2. arti kiasan
icuk: menyuruh setengah merayu-rayu untuk melakukan pekerjaan yang kurang baik
ngicuk-ngicuk: menyuruh setengah merayu-rayu untuk melakukan pekerjaan yang kurang baik
idek: diinjak atau dikeluarkan patinya
diidek: diinjak atau dikeluarkan patinya
idek liher: berdiam di rumah orang lain beberapa waktu lamanya
ider: berjalan mengelilingi kampung, dari rumah ke rumah dsb
ngider: berjalan mengelilingi kampung, dari rumah ke rumah dsb
Contoh Kalimat:
Nawis tiasa = menandatangani; bahasa halus dari neken atau nandatangan bisa, dapat; bahasa sedang dari bisa
Can tiasa sare = 1. belum (dalam arti menunjukkan keadaan belum terjadi), 2. kata penegas bisa, dapat; bahasa sedang dari bisa tidur
Seperti biasa = saperti sasari
Tiasa teu = bisa, dapat; bahasa sedang dari bisa tidak
Tiasa langkung = bisa, dapat; bahasa sedang dari bisa lewat atau lebih; bahasa halus dari liwat atau leuwih
Rakyat biasa = bdi abdi sasari
Tidak biasa = hanteu sasari
saeutik tiasa = sedikit bisa, dapat; bahasa sedang dari bisa
Japati tiasa = merpati bisa, dapat; bahasa sedang dari bisa
Sudah biasa = enggeus sasari
Nawis tiasa = menandatangani; bahasa halus dari neken atau nandatangan bisa, dapat; bahasa sedang dari bisa
Can tiasa sare = 1. belum (dalam arti menunjukkan keadaan belum terjadi), 2. kata penegas bisa, dapat; bahasa sedang dari bisa tidur
Seperti biasa = saperti sasari
Tiasa teu = bisa, dapat; bahasa sedang dari bisa tidak
Tiasa langkung = bisa, dapat; bahasa sedang dari bisa lewat atau lebih; bahasa halus dari liwat atau leuwih
Rakyat biasa = bdi abdi sasari
Tidak biasa = hanteu sasari
saeutik tiasa = sedikit bisa, dapat; bahasa sedang dari bisa
Japati tiasa = merpati bisa, dapat; bahasa sedang dari bisa
Sudah biasa = enggeus sasari
