Bahasa Indonesia-nya kata: olo (Bahasa Sunda)
Berikut terjemahan dari kata olo:
Bahasa Indonesia-nya kata olo: membujuk
ngan ukur saoleseun:
arti kiasan hanya main-main, tidak sungguh-sungguh untuk dijadikan istri
ngolesan: mengolesi
oles: hanya menggores, atau menyerempet, barang yang dikenainya hanya berubah sedikit (istilah dalam bermain kelereng atau bola sodok)
oleng, oleng panganten: berbulan madu
oleh-oleh: oleh-oleh, buah tangan, cendera mata
kaolahan: masakan untuk lauk-pauk
ngolah: mengolah, mengelola
popolah: memasak berbagai macam masakan, misalnya ketika kenduri
olah: memasak berbagai macam masakan, misalnya ketika kenduri
matak olab: arti kiasan terlalu banyak sehingga menimbulkan rasa bosan atau tidak senang
olab: muntah karena terlalu banyak menyusu (anak-anak)
hojah: argumentasi atau daya upaya; geus taya hojah, sudah tak berdaya sama sekali
ojah: argumentasi atau daya upaya; geus taya hojah, sudah tak berdaya sama sekali
uhak-ohek: beberapa kali mengeluarkan suara seperti yang akan muntah atau tersedak
ohek: kata antar untuk suara orang muntah atau berdahak
ngolo: membujuk
olo-olo: hanya permintaannya, harus dibujuk-bujuk
jalma pangoloan: orang yang suka mem-bujuk-bujuk atau merayu-rayu orang lain, agar mendapatkan sesuatu
tukang olo-olo: orang yang suka mem-bujuk-bujuk atau merayu-rayu orang lain, agar mendapatkan sesuatu
olohok: terheran-heran, terbengong-bengong
olok: boros
ololj olol leho: ingusan
budak olol leho: arti kiasan anak ingusan, masih hijau, belum berpengalaman
omat: wanti-wanti
ngomat-ngomatan: mewanti-wanti, memperingatkan secara sungguh-sungguh berkali-kali
ombak: ombak, gelombang
ombak paneka: ombak yang datang dari tengah laut lalu beradu dengan ombak yang kembali dari sisi laut
ombak sakutra: gelombang tinggi dan besar
ombak banyuan: arti kiasan
omber: kesempatan atau tempo
ngolesan: mengolesi
oles: hanya menggores, atau menyerempet, barang yang dikenainya hanya berubah sedikit (istilah dalam bermain kelereng atau bola sodok)
oleng, oleng panganten: berbulan madu
oleh-oleh: oleh-oleh, buah tangan, cendera mata
kaolahan: masakan untuk lauk-pauk
ngolah: mengolah, mengelola
popolah: memasak berbagai macam masakan, misalnya ketika kenduri
olah: memasak berbagai macam masakan, misalnya ketika kenduri
matak olab: arti kiasan terlalu banyak sehingga menimbulkan rasa bosan atau tidak senang
olab: muntah karena terlalu banyak menyusu (anak-anak)
hojah: argumentasi atau daya upaya; geus taya hojah, sudah tak berdaya sama sekali
ojah: argumentasi atau daya upaya; geus taya hojah, sudah tak berdaya sama sekali
uhak-ohek: beberapa kali mengeluarkan suara seperti yang akan muntah atau tersedak
ohek: kata antar untuk suara orang muntah atau berdahak
ngolo: membujuk
olo-olo: hanya permintaannya, harus dibujuk-bujuk
jalma pangoloan: orang yang suka mem-bujuk-bujuk atau merayu-rayu orang lain, agar mendapatkan sesuatu
tukang olo-olo: orang yang suka mem-bujuk-bujuk atau merayu-rayu orang lain, agar mendapatkan sesuatu
olohok: terheran-heran, terbengong-bengong
olok: boros
ololj olol leho: ingusan
budak olol leho: arti kiasan anak ingusan, masih hijau, belum berpengalaman
omat: wanti-wanti
ngomat-ngomatan: mewanti-wanti, memperingatkan secara sungguh-sungguh berkali-kali
ombak: ombak, gelombang
ombak paneka: ombak yang datang dari tengah laut lalu beradu dengan ombak yang kembali dari sisi laut
ombak sakutra: gelombang tinggi dan besar
ombak banyuan: arti kiasan
omber: kesempatan atau tempo
Contoh Kalimat:
Olok entong = boros jangan
Kokolot bedog = sesepuh, orang yang dituakan golok
Liang molongo = lubang; liang irung, lubang hidung 1. terbuka (pintu, dsb.); 2. berlubang
Dina golodog = kata depan untuk menunjukkan tempat kecil atau waktu; pada, di atas tangga rumah
Mengasah golok = asah bedog
Tong olo olo = jangan membujuk membujuk
pugag bobolokot = menemui jalan buntu, terhambat (usaha, dsb) penuh dengan keringat, darah, lumpur, dsb
Teu gableg polo = tidak punya; bahasa kasar sekali dari boga otak
Olo kejo = membujuk nasi
Kolot kapoe = 1. tua; 2. orang tua; 3. asli; 4. kuno, ketinggalan jaman terkena sinar matahari
Olok entong = boros jangan
Kokolot bedog = sesepuh, orang yang dituakan golok
Liang molongo = lubang; liang irung, lubang hidung 1. terbuka (pintu, dsb.); 2. berlubang
Dina golodog = kata depan untuk menunjukkan tempat kecil atau waktu; pada, di atas tangga rumah
Mengasah golok = asah bedog
Tong olo olo = jangan membujuk membujuk
pugag bobolokot = menemui jalan buntu, terhambat (usaha, dsb) penuh dengan keringat, darah, lumpur, dsb
Teu gableg polo = tidak punya; bahasa kasar sekali dari boga otak
Olo kejo = membujuk nasi
Kolot kapoe = 1. tua; 2. orang tua; 3. asli; 4. kuno, ketinggalan jaman terkena sinar matahari
