Bahasa Sunda-nya kata: 1. kera, monyet; 2. arti kiasan anak-anak yang nakal atau badung (Bahasa Indonesia)
Berikut terjemahan dari kata 1. kera, monyet; 2. arti kiasan anak-anak yang nakal atau badung:
Bahasa Sunda-nya 1. kera, monyet; 2. arti kiasan anak-anak yang nakal atau badung: oces
mengoceh, berkata (berbicara) yang bukan-bukan: ngoceh
mengoceh, berkata (berbicara) yang bukan-bukan: oceh
dicoba-coba ditanyakan: diocal-ocal
mencoba-coba: ngocal-ngocal
mencoba-coba: ocal
lumrah, sudah biasa dilakukan oleh orang banyak di mana-mana: ubyag
lumrah, sudah biasa dilakukan oleh orang banyak di mana-mana: obyag
berkilauan (perhiasan); merah sekali (buah-buahan seperti rambutan matang): obyor
berkilauan (perhiasan); merah sekali (buah-buahan seperti rambutan matang): obroy
dikejar-kejar ke mana pun larinya (pencuri, dsb): diobrot
dikejar-kejar ke mana pun larinya (pencuri, dsb): obrot
kasar (buatannya): obrog
bercakap-cakap, ngobrol: ngobos
bercakap-cakap, ngobrol: obos
tidak tahu siapa saja saudara atau leluhur, karena tidak ada yang memberi tahu: pareumeun obor
bergurau, berseloroh, bercanda: ocon
menggoda: ngoconan
lebah: odeng
jorok atau gegabah: odoh
pasta gigi: odol
kata antar untuk suara kerbau, oer: oe
undang: ogan
diundang: diogan
kata penegas; juga, pun: oge
reog, kesenian tradisional Sunda yang biasa dimainkan oleh empat orang laki-laki, masing-masing membawa dogdog sambil melawak: ogel
dimanja: ogo
dimanja: diogo
manja: ogoan
kata antar untuk suara orang muntah atau berdahak: ohek
beberapa kali mengeluarkan suara seperti yang akan muntah atau tersedak: uhak-ohek
mengoceh, berkata (berbicara) yang bukan-bukan: oceh
dicoba-coba ditanyakan: diocal-ocal
mencoba-coba: ngocal-ngocal
mencoba-coba: ocal
lumrah, sudah biasa dilakukan oleh orang banyak di mana-mana: ubyag
lumrah, sudah biasa dilakukan oleh orang banyak di mana-mana: obyag
berkilauan (perhiasan); merah sekali (buah-buahan seperti rambutan matang): obyor
berkilauan (perhiasan); merah sekali (buah-buahan seperti rambutan matang): obroy
dikejar-kejar ke mana pun larinya (pencuri, dsb): diobrot
dikejar-kejar ke mana pun larinya (pencuri, dsb): obrot
kasar (buatannya): obrog
bercakap-cakap, ngobrol: ngobos
bercakap-cakap, ngobrol: obos
tidak tahu siapa saja saudara atau leluhur, karena tidak ada yang memberi tahu: pareumeun obor
bergurau, berseloroh, bercanda: ocon
menggoda: ngoconan
lebah: odeng
jorok atau gegabah: odoh
pasta gigi: odol
kata antar untuk suara kerbau, oer: oe
undang: ogan
diundang: diogan
kata penegas; juga, pun: oge
reog, kesenian tradisional Sunda yang biasa dimainkan oleh empat orang laki-laki, masing-masing membawa dogdog sambil melawak: ogel
dimanja: ogo
dimanja: diogo
manja: ogoan
kata antar untuk suara orang muntah atau berdahak: ohek
beberapa kali mengeluarkan suara seperti yang akan muntah atau tersedak: uhak-ohek
