Bahasa Sunda-nya kata: buang air besar mencret-mencret tak tertahankan bukan pada tempatnya (Bahasa Indonesia)
Berikut terjemahan dari kata buang air besar mencret-mencret tak tertahankan bukan pada tempatnya:
Bahasa Sunda-nya buang air besar mencret-mencret tak tertahankan bukan pada tempatnya: babay
/ kababayan
1. salak anjing atau serigala yang melengking dan membuat bulu kuduk berdiri; 2. menangis; bahasa kasar sekali dari ceurik: babaunj
kepala; bahasa kasar sekali dari sirah: babatok
cengeng: babarian
mudah, tidak sukar, gampang: babari
1. uraian; 2. beberan; 3. bagian jala ikan paling bawah: babaran
1. melahirkan; bahasa halus dari ngajuru; 2. banyak, merekah, mengembang; 3. meninggal dunia pada saat itu juga: babar
bagian sungai yang rata serta dangkal: babantar
tak mau datang lagi karena sudah disakiti, dipermalukan, atau merasa punya kesalahan: babang
bangungan kecil agak tinggi di pinggir alun-alun, yang berfungsi sebagai panggung kehormatan (jaman dahulu): babancong
tangga rumah: babancik
pergi untuk berdagang: babalen
petak kecil (sawah) di pinggir petak-petak besar: babaladon
kalajengking: babakaur
membuat kampung baru atau membuka daerah baru: ngababakan
kampung baru: babakan
buang air besar mencret-mencret tak tertahankan bukan pada tempatnya: kababayan
banting, lempar: babet
membantingkan sesuatu (barang panjang): ngababetkeun
kata ejekan untuk gadis yang sepantasnya sudah berkeluarga, tapi belum juga menikah: lanjang babet
1. bubat-babit: babit
1. sampai usai, sampai selesai; 2. terang, jelas: bablas
1. bibit; 2. ikatan padi yang disediakan untuk upah menuai padi; 3. sumber dasar: babon
ayam betina yang sudah bertelur: bayam babon
cerita yang menjadi sumber dasar cerita lainnya, misalnya Rainayana dan Mahabharata dalam cerita pewayangan: carita babon
undang-undang dasar: wet babon
pengasuh; pembantu rumah tangga (wanita: babu
pukul: babuk
memukul dengan barang yang panjang dan lemas, seperti ikat pinggang: ngababuk
1. membaca; 2. mengucapkan sesuatu yang sudah hafal di luar kepala: baca
1. membaca; 2. mengucapkan sesuatu yang sudah hafal di luar kepala: maca
kepala; bahasa kasar sekali dari sirah: babatok
cengeng: babarian
mudah, tidak sukar, gampang: babari
1. uraian; 2. beberan; 3. bagian jala ikan paling bawah: babaran
1. melahirkan; bahasa halus dari ngajuru; 2. banyak, merekah, mengembang; 3. meninggal dunia pada saat itu juga: babar
bagian sungai yang rata serta dangkal: babantar
tak mau datang lagi karena sudah disakiti, dipermalukan, atau merasa punya kesalahan: babang
bangungan kecil agak tinggi di pinggir alun-alun, yang berfungsi sebagai panggung kehormatan (jaman dahulu): babancong
tangga rumah: babancik
pergi untuk berdagang: babalen
petak kecil (sawah) di pinggir petak-petak besar: babaladon
kalajengking: babakaur
membuat kampung baru atau membuka daerah baru: ngababakan
kampung baru: babakan
buang air besar mencret-mencret tak tertahankan bukan pada tempatnya: kababayan
banting, lempar: babet
membantingkan sesuatu (barang panjang): ngababetkeun
kata ejekan untuk gadis yang sepantasnya sudah berkeluarga, tapi belum juga menikah: lanjang babet
1. bubat-babit: babit
1. sampai usai, sampai selesai; 2. terang, jelas: bablas
1. bibit; 2. ikatan padi yang disediakan untuk upah menuai padi; 3. sumber dasar: babon
ayam betina yang sudah bertelur: bayam babon
cerita yang menjadi sumber dasar cerita lainnya, misalnya Rainayana dan Mahabharata dalam cerita pewayangan: carita babon
undang-undang dasar: wet babon
pengasuh; pembantu rumah tangga (wanita: babu
pukul: babuk
memukul dengan barang yang panjang dan lemas, seperti ikat pinggang: ngababuk
1. membaca; 2. mengucapkan sesuatu yang sudah hafal di luar kepala: baca
1. membaca; 2. mengucapkan sesuatu yang sudah hafal di luar kepala: maca
