Bahasa Sunda-nya kata: pelangi, bianglala (Bahasa Indonesia)
Berikut terjemahan dari kata pelangi, bianglala:
Bahasa Sunda-nya pelangi, bianglala: katumbiri
kanan: katuhu
terbuka rahasianya; ketahuan liciknya: katohyan
gesper: katimang
kuning karena sinar matahari (buah-buahan): katilambung
musim kemarau: katiga
terlalu berlebihan (dalam melakukan hal yang tidak senonoh): katalanjuran
merah muda: kasumba
semacam panci dari besi untuk membuat nasi liwet: kastrol
kasau: kaso
ayam huta: kasintu
tampan: kasep
air mata; bahasa halus untuk cipanon: kaseer
penyakit; bahasa halus dari penyakit: kasawat
tidak licin, seperti memegang daun ampelas: kasap
latar belakang: kasang tukang
ketumbar: katuncar
1. pusing karena sengatan sinar matahari; 2. lupa akan hal yang baik dan benar karena saking marahnya: katuralengan
dan, serta; bersama: katut
berkaul, bernazar: kaul
berkaul, bernazar: pakaulan
tidak bisa tenang karena ada yang mengganggu: kaur
tidak bisa tenang karena ada yang mengganggu: teu kaur
mencakar (harimau, dsb.): kaut
mencakar (harimau, dsb.): ngaut
kuali, belanga: kawali
tiri; bahasa halus dari tere: kawalon
jangan hanya berdasarkan kabar saja: kawaranan
jangan hanya berdasarkan kabar saja: tamba kawaranan
cara, seperti: kawas
baju; bahasa halus untuk baju: kaway
terbuka rahasianya; ketahuan liciknya: katohyan
gesper: katimang
kuning karena sinar matahari (buah-buahan): katilambung
musim kemarau: katiga
terlalu berlebihan (dalam melakukan hal yang tidak senonoh): katalanjuran
merah muda: kasumba
semacam panci dari besi untuk membuat nasi liwet: kastrol
kasau: kaso
ayam huta: kasintu
tampan: kasep
air mata; bahasa halus untuk cipanon: kaseer
penyakit; bahasa halus dari penyakit: kasawat
tidak licin, seperti memegang daun ampelas: kasap
latar belakang: kasang tukang
ketumbar: katuncar
1. pusing karena sengatan sinar matahari; 2. lupa akan hal yang baik dan benar karena saking marahnya: katuralengan
dan, serta; bersama: katut
berkaul, bernazar: kaul
berkaul, bernazar: pakaulan
tidak bisa tenang karena ada yang mengganggu: kaur
tidak bisa tenang karena ada yang mengganggu: teu kaur
mencakar (harimau, dsb.): kaut
mencakar (harimau, dsb.): ngaut
kuali, belanga: kawali
tiri; bahasa halus dari tere: kawalon
jangan hanya berdasarkan kabar saja: kawaranan
jangan hanya berdasarkan kabar saja: tamba kawaranan
cara, seperti: kawas
baju; bahasa halus untuk baju: kaway
