Bahasa Sunda-nya kata: tanah air, tempat lahir (Bahasa Indonesia)
Berikut terjemahan dari kata tanah air, tempat lahir:
Bahasa Sunda-nya tanah air, tempat lahir: sarakan
/ paku sarakan
serakah, loba: sarakah
sampah, dsb. yang terbawa banjir atau hanyut terombang-ambing di laut: sarah
dilapisi seluruhnya: disaput
dilapisi seluruhnya: saput
melerai: nyapih
melerai: sapih
bahasa halus dari saperti: sapertos
seperti: saperti
sepatu: sapatu
patah atau putus sama sekali: sapat
dilaknat, dikutuk: disapa
dilaknat, dikutuk: sapa
menyambar umpan: nyantok
menyambar umpan: santok
santan: santen
tanah air, tempat lahir: paku sarakan
bagian pagar bambu yang memanjang ke pinggir: saralak
menangkal hujan: sarang
menangkal hujan: nyarang
sarung senjata: sarangka
minta waktu; bahasa halus dari menta tempo: sarantos
minta waktu; bahasa halus dari menta tempo: nyuhunkeun saran tos
pawang gajah: sarati
pertolongan: saraya
meminta pertolongan urusan penting: minangsaraya
meminta uang atau sumbangan kepada penonton atau hadirin: sarayuda
meminta uang atau sumbangan kepada penonton atau hadirin: nyarayuda
tidur: sare
tidur-tiduran, tidur sian: sasarean
tempat tidur atau kubura: pasarean
sampah, dsb. yang terbawa banjir atau hanyut terombang-ambing di laut: sarah
dilapisi seluruhnya: disaput
dilapisi seluruhnya: saput
melerai: nyapih
melerai: sapih
bahasa halus dari saperti: sapertos
seperti: saperti
sepatu: sapatu
patah atau putus sama sekali: sapat
dilaknat, dikutuk: disapa
dilaknat, dikutuk: sapa
menyambar umpan: nyantok
menyambar umpan: santok
santan: santen
tanah air, tempat lahir: paku sarakan
bagian pagar bambu yang memanjang ke pinggir: saralak
menangkal hujan: sarang
menangkal hujan: nyarang
sarung senjata: sarangka
minta waktu; bahasa halus dari menta tempo: sarantos
minta waktu; bahasa halus dari menta tempo: nyuhunkeun saran tos
pawang gajah: sarati
pertolongan: saraya
meminta pertolongan urusan penting: minangsaraya
meminta uang atau sumbangan kepada penonton atau hadirin: sarayuda
meminta uang atau sumbangan kepada penonton atau hadirin: nyarayuda
tidur: sare
tidur-tiduran, tidur sian: sasarean
tempat tidur atau kubura: pasarean
