Bahasa Sunda-nya kata: 1. cucu; bahasa halus dari incu; 2. sebangsa penganan yang terbuat dari tepung dan gula aren, yang matang karena uap air mendidih (Bahasa Indonesia)
Berikut terjemahan dari kata 1. cucu; bahasa halus dari incu; 2. sebangsa penganan yang terbuat dari tepung dan gula aren, yang matang karena uap air mendidih:
Bahasa Sunda-nya 1. cucu; bahasa halus dari incu; 2. sebangsa penganan yang terbuat dari tepung dan gula aren, yang matang karena uap air mendidih: putu
makan nasi dengan garam saja selama beberapa waktu karena ada maksud-maksud tertentu: mutih
makan nasi dengan garam saja selama beberapa waktu karena ada maksud-maksud tertentu: putih
menjaga baik-baik: musti-musti
menjaga baik-baik: mupusti
menjaga baik-baik: pusti
kesal, bingung: pusing
terpusat, berpusat: museur
1. pusat; 2. pusar; bahasa halus dari bujal: puseur
gundul, tak berbulu atau tak berdaun: purutul
mencret: murus
mencret: purus
berceceran, berjatuhan (barang halus seperti tepung atau gula pasir): muruluk
berceceran, berjatuhan (barang halus seperti tepung atau gula pasir): puruluk
keras kepala, tak menghiraukan pendapat orang lain: murugul
keras kepala, tak menghiraukan pendapat orang lain: purugul
anak; bahasa halus dari anak: putra
buyar: puyar
sakit kepala; bahasa halus dari rieut: puyeng
1. lintah yang hidup di darat; 2. macet-macet: pacet
baris: padalisan
sebaris (puisi, dsb): sapadalisan
ketika itu juga, saat itu juga; ditampik sapadamayan, ditolak saat itu juga: padamayan
ketika itu juga, saat itu juga; ditampik sapadamayan, ditolak saat itu juga: sapadamayan
sama, padan: padan
menyamai: mapadani
seimbang, sepadan: sapadan
1. memperebutkan kebenaran; 2. mengadukan perkara ke pengadilan; 3. asal: padu
cangklong: padud
cangklong: padudan
tersenggol, tersinggung: paduk
makan nasi dengan garam saja selama beberapa waktu karena ada maksud-maksud tertentu: putih
menjaga baik-baik: musti-musti
menjaga baik-baik: mupusti
menjaga baik-baik: pusti
kesal, bingung: pusing
terpusat, berpusat: museur
1. pusat; 2. pusar; bahasa halus dari bujal: puseur
gundul, tak berbulu atau tak berdaun: purutul
mencret: murus
mencret: purus
berceceran, berjatuhan (barang halus seperti tepung atau gula pasir): muruluk
berceceran, berjatuhan (barang halus seperti tepung atau gula pasir): puruluk
keras kepala, tak menghiraukan pendapat orang lain: murugul
keras kepala, tak menghiraukan pendapat orang lain: purugul
anak; bahasa halus dari anak: putra
buyar: puyar
sakit kepala; bahasa halus dari rieut: puyeng
1. lintah yang hidup di darat; 2. macet-macet: pacet
baris: padalisan
sebaris (puisi, dsb): sapadalisan
ketika itu juga, saat itu juga; ditampik sapadamayan, ditolak saat itu juga: padamayan
ketika itu juga, saat itu juga; ditampik sapadamayan, ditolak saat itu juga: sapadamayan
sama, padan: padan
menyamai: mapadani
seimbang, sepadan: sapadan
1. memperebutkan kebenaran; 2. mengadukan perkara ke pengadilan; 3. asal: padu
cangklong: padud
cangklong: padudan
tersenggol, tersinggung: paduk
