Bahasa Sunda-nya kata: memperhatikan, menghiraukan, mengacuhkan (Bahasa Indonesia)
Berikut terjemahan dari kata memperhatikan, menghiraukan, mengacuhkan:
Bahasa Sunda-nya memperhatikan, menghiraukan, mengacuhkan: pirosea
/ mirosea
usus ikan: piritan
hujan gerimis: miripis
hujan gerimis: piripis
bercerai; bahasa halus dari pepegatan: pipirakan
bercerai; bahasa halus dari pepegatan: pirak
menganggap remeh, meremehkan, tidak menghargai: nyapirakeun
tidak seberapa: teu sapira
tidak seberapa: teu pira
tidak seberapa: pira
arti kiasan ditutup-tutupi, dirahasiakan: dipinding-pinding
parau, serak: peuyeuh
sepanjang malam: sapeupeuting
kemalaman: peutingeun
bermalam menginap: meuting
mengacungkan kepalan tangan, menantang berkelahi: meureupan
memperhatikan, menghiraukan, mengacuhkan: mirosea
tidak menghiraukan, tidak mengacuhkan: teu mirosea
asli: pituin
pandangan leluasa, tak ada yang menghalangi: plung-plong
1. hari poe Minggu, hari Minggu; 2. jemur: poe
menjemur: moe
menjemur: moekeun
jemuran (yang dijemur): popoean
1. terbuka (pintu, dsb.); 2. berlubang: polongo
1. terbuka (pintu, dsb.); 2. berlubang: molongo
melubangi bambu: molongoan awi
tak ada yang menghalangi pandangan polos satu warna saja, tidak bergaris atau bergambar, dsb: polongpong
pendek: pondok
tidur; bahasa sedang dari sare: mondok
panas terik: poreret
hujan gerimis: miripis
hujan gerimis: piripis
bercerai; bahasa halus dari pepegatan: pipirakan
bercerai; bahasa halus dari pepegatan: pirak
menganggap remeh, meremehkan, tidak menghargai: nyapirakeun
tidak seberapa: teu sapira
tidak seberapa: teu pira
tidak seberapa: pira
arti kiasan ditutup-tutupi, dirahasiakan: dipinding-pinding
parau, serak: peuyeuh
sepanjang malam: sapeupeuting
kemalaman: peutingeun
bermalam menginap: meuting
mengacungkan kepalan tangan, menantang berkelahi: meureupan
memperhatikan, menghiraukan, mengacuhkan: mirosea
tidak menghiraukan, tidak mengacuhkan: teu mirosea
asli: pituin
pandangan leluasa, tak ada yang menghalangi: plung-plong
1. hari poe Minggu, hari Minggu; 2. jemur: poe
menjemur: moe
menjemur: moekeun
jemuran (yang dijemur): popoean
1. terbuka (pintu, dsb.); 2. berlubang: polongo
1. terbuka (pintu, dsb.); 2. berlubang: molongo
melubangi bambu: molongoan awi
tak ada yang menghalangi pandangan polos satu warna saja, tidak bergaris atau bergambar, dsb: polongpong
pendek: pondok
tidur; bahasa sedang dari sare: mondok
panas terik: poreret
